Minggu, 30 Juni 2013

mereka yang menulis

Ohiya waktu itu tanpa sengaja gue merenungkan hal ini, karena ada seseorang menyuruh gue buat bikin profil dalam 300 kata, awalnya gue pikir ini angka yang cukup banyak. Gimana mungkin gue bisa ngomongin diri gue sendiri dalam 300 kata

Tapi setelah gue menulis, gue berakhir dengan 380 kata. Hahaha! Bukannya gue narsis, tapi bener deh… gue tipe orang yang menyukai kesusastraan dan gue mempercayai kekuatan kata dan gue pun percaya bahwa sikap orang itu tercermin dari caranya bertutur, juga dari pengetahuannya bertata bahasa.

Nah, kembali lagi, setelah gue submit tulisan gue, yang gue tulis dengan sangat memperhitungkan keindahan kata-katanya, ternyata orang itu mengeditnya sedemikian rupa sehingga Cuma jadi 3 paragraf dari 5. Gue agak terkejut juga, gue membacanya dengan speed-reading, karena gue udah terlalu kecewa.

Sedihnya lagi, kata-kata itu didistorsikan sehingga setiap kalimatnya hanya berisi data yang mengandung informasi penting, padahal gue menulisnya dengan gaya bahasa gue sendiri dan mengandung beberapa opini atau sudut pandang pribadi yang cukup esensial, karena dari situlah pembaca dapat menilai orang seperti apa gue ini, dengan cara tutur bahasa gue.

Nyatanya, mereka para jurnalis, selalu mendistorsi sebuah informasi supaya sifatnya benar-benar lugas dan padat. Gue tau, yang mereka inginkan adalah membuat artikelnya menjadi seinformatif mungkin , tapi sayangnya mereka kurang memperhatikan opini-opini dan sudut pandang pribadi si narasumber, detail-detail yang sangat halus, kaya yang gue bilang barusan. Informatif tidak mesti singkat, tidak mesti lugas. Kalaupun pengertian gue salah, setidaknya itulah yang gue pikirkan tentang kesusastraan.

Kesusastraan memiliki nilai estetika tinggi, tulisannya halus mendalam, dan detail-detail yang halus itu sebenarnya esensial. Inilah perbedaan kesusastraan dengan jurnalisme, walaupun mereka sama-sama menulis.

Mungkin lain kali bakal gue post tentang tulisan asli gue dengan tulisan yang sudah diedit si jurnalis ;)

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think