Minggu, 23 Juni 2013

mana yang lebih baik tentang perpisahan?

Kehilangan orang tua tentu hal yang buruk bagi seorang anak. Kehilangan karena perceraian orang tuanya, atau kehilangan karena kematian salah satu orang tuanya.
Gue pikir perceraian adalah hal terburuk bagi seorang anak. Banyak beban yang akan ditanggung seorang anak kalau orang tuanya memutuskan untuk mengakhiri rumah tangganya secara menyedihkan, bercerai. Anak menanggung rasa kehilangan atas pindahnya salah satu orang tuanya ke lingkungan lain, rasa kebencian atas orang tuanya yang gagal mempertahankan rumah tangga, rasa rendah diri atas perbedaan yang terjadi pada dirinya karena keluarga yang tidak utuh, dan rasa dendam atas salah satu orang tuanya yang ia anggap penyebab dari peristiwa perceraian itu.

Tapi, benarkah?

Setelah gue kehilangan papa gue, atas kematian, sekarang gue pikir perceraian itu lebih baik.
Gue tidak benar-benar kehilangan papa gue, beliau hanya berpindah. Berpindah ke lingkungan baru, ke keluarga baru. Gue akan punya banyak waktu untuk menemui beliau. Tapi kalau papa pergi karena kematian? Dimana gue bisa mencari sosok papa gue kalau gue mau menemui dia? untuk mencium atau minta dicium, untuk memeluk atau minta dipeluk, untuk berbicara dan bercerita, atau untuk sekadar melihat papa gue. dimana nanti sosok seorang ayah yang seharusnya menjadi pria yang paling terharu saat malam pesta pernikahan gue? dan gue juga memikirkan tentang anak gue nanti yang gabisa merasakan memiliki kedua kakek dari pihak ayah dan ibunya.

Rasa sakit merindukan orang yang sudah benar-benar hilang itu sangat tidak bisa dipungkiri, lho. Sakitnya luar biasa.
Gue selalu membayangkan dan menimbang-nimbang, kalau Allah menawarkan gue untuk mengembalikan papa gue ke dunia, dengan syarat papa bukan lagi suami mama, apa gue mau?
Tentu gue mau.

Mungkin awalnya gue akan membenci papa gue, karena mengkhianati mama(misalkan mereka bercerai karena ego mereka yang sama-sama tinggi, atau karena papa yang selingkuh) maka semua itu nggak akan jadi masalah, karena yang gue inginkan hanya dapat memiliki seorang ayah lagi.
Dan gue rasa, memaafkan pengkhiatan dan kegagalan orang tua gue jauh lebih mudah daripada menerima hilangnya papa gue untuk selamanya.

Gue memang bisa dibilang nggak terlalu dekat dengan papa gue, karena kita hanya mengenal satu sama lain selama kurang lebih 17 tahun, bukan, gue pun ngga tahu sedekat apa kita sebenarnya.
Selama bertahun-tahun kita terkurung dalam mobil selama 45 menit sehari, dan yang terjadi hanya kelengangan. Pada malam harinya ga banyak yang kita bicarakan sampai akhirnya kita pergi ke kamar masing-masing. Tapi papa gue adalah seorang bapak yang sangat memanjakan anaknya. Papa akan beri apapun yang gue minta selagi dia mampu, moril maupun materil.

Saat gue lihat diakhir hidupnya yang ngga berdaya, setiap hari gue selalu nyiumin dia. nanti dia menangis. Dan gue pun pasti ikut menangis. Tapi dia ngga pernah berkata apa-apa.
Sejak itu gue sering memandangi dia, dan ntah kenapa gue ingin menyayangi dia sebagai seorang anak, bukan sebagai seorang ayah. Gue ingin menjadi ibunya dan menyayangi papa gue selayaknya seorang ibu memperhatikan anaknya tumbuh setiap hari. Gue ingin menjadi ibu dari papa, dan mendidiknya dengan baik, menjadikan dia pelipur lara disaat hidup gue lagi berat, seperti yang setiap seorang ibu lakukan.

Akhirnya pada saat papa gue pergi mendahului, gue mengerti, bahwa tanpa gue sadari 45 menit sehari kita berdua telah menumbuhkan rasa cinta yang terlalu mendalam dan mengakar.  Dan dari 45 menit sehari kita berdualah yang membuat gue mencintai kelengangan lebih dari memiliki percakapan. Semakin lengang semakin baik.
Lo tau, disaat sesuatu yang sangat kecilpundan betapa kita tidak menyadari keberadaannyahilang, maka sebuah sistem lo akan timpang, rusak, dan butuh waktu untuk menjadikan sistem itu bekerja normal lagi. Dan bagi gue, seluruh waktu sampai detik ini pun, ngga pernah cukup untuk menjadikan sistem gue bekerja normal lagi. Karena dia hilang selamanya.
Tapi saat yang terjadi adalah perpisahan akibat perceraian, lo akan selalu memiliki bagian lo yang hilang berada disekitar lo. Yang lo perlukan hanya sedikit usaha untuk memasangnya lagi. Maka sistem lo pun akan bekerja normal lagi.

Apakah pikiran gue terlalu dangkal?

Mungkin.

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think