Kehilangan orang tua tentu hal yang buruk bagi seorang anak.
Kehilangan karena perceraian orang tuanya, atau kehilangan karena kematian
salah satu orang tuanya.
Gue pikir perceraian adalah hal terburuk bagi seorang anak.
Banyak beban yang akan ditanggung seorang anak kalau orang tuanya memutuskan
untuk mengakhiri rumah tangganya secara menyedihkan, bercerai. Anak menanggung
rasa kehilangan atas pindahnya salah satu orang tuanya ke lingkungan lain, rasa
kebencian atas orang tuanya yang gagal mempertahankan rumah tangga, rasa rendah
diri atas perbedaan yang terjadi pada dirinya karena keluarga yang tidak utuh,
dan rasa dendam atas salah satu orang tuanya yang ia anggap penyebab dari
peristiwa perceraian itu.
Tapi, benarkah?
Setelah gue kehilangan papa gue, atas kematian, sekarang gue
pikir perceraian itu lebih baik.
Gue tidak benar-benar kehilangan papa gue, beliau hanya
berpindah. Berpindah ke lingkungan baru, ke keluarga baru. Gue akan punya
banyak waktu untuk menemui beliau. Tapi kalau papa pergi karena kematian?
Dimana gue bisa mencari sosok papa gue kalau gue mau menemui dia? untuk mencium
atau minta dicium, untuk memeluk atau minta dipeluk, untuk berbicara dan
bercerita, atau untuk sekadar melihat papa gue. dimana nanti sosok seorang ayah yang seharusnya menjadi pria yang paling terharu saat malam pesta pernikahan gue? dan gue juga memikirkan tentang anak gue nanti yang gabisa merasakan memiliki kedua kakek dari pihak ayah dan ibunya.
Rasa sakit merindukan orang yang sudah benar-benar hilang
itu sangat tidak bisa dipungkiri, lho. Sakitnya luar biasa.
Gue selalu membayangkan dan menimbang-nimbang, kalau Allah
menawarkan gue untuk mengembalikan papa gue ke dunia, dengan syarat papa bukan
lagi suami mama, apa gue mau?
Tentu gue mau.
Mungkin awalnya gue akan membenci papa gue, karena
mengkhianati mama(misalkan mereka bercerai karena ego mereka yang sama-sama
tinggi, atau karena papa yang selingkuh) maka semua itu nggak akan jadi
masalah, karena yang gue inginkan hanya dapat memiliki seorang ayah lagi.
Dan gue rasa, memaafkan pengkhiatan dan kegagalan orang tua
gue jauh lebih mudah daripada menerima hilangnya papa gue untuk selamanya.
Gue memang bisa dibilang nggak terlalu dekat dengan papa
gue, karena kita hanya mengenal satu sama lain selama kurang lebih 17 tahun,
bukan, gue pun ngga tahu sedekat apa kita sebenarnya.
Selama bertahun-tahun kita terkurung dalam mobil selama 45
menit sehari, dan yang terjadi hanya kelengangan. Pada malam harinya ga banyak
yang kita bicarakan sampai akhirnya kita pergi ke kamar masing-masing. Tapi
papa gue adalah seorang bapak yang sangat memanjakan anaknya. Papa akan beri
apapun yang gue minta selagi dia mampu, moril maupun materil.
Saat gue lihat diakhir hidupnya yang ngga berdaya, setiap
hari gue selalu nyiumin dia. nanti dia menangis. Dan gue pun pasti ikut
menangis. Tapi dia ngga pernah berkata apa-apa.
Sejak itu gue sering memandangi dia, dan ntah kenapa gue
ingin menyayangi dia sebagai seorang anak, bukan sebagai seorang ayah. Gue
ingin menjadi ibunya dan menyayangi papa gue selayaknya seorang ibu
memperhatikan anaknya tumbuh setiap hari. Gue ingin menjadi ibu dari papa, dan
mendidiknya dengan baik, menjadikan dia pelipur lara disaat hidup gue lagi
berat, seperti yang setiap seorang ibu lakukan.
Akhirnya pada saat papa gue pergi mendahului, gue mengerti,
bahwa tanpa gue sadari 45 menit sehari kita berdua telah menumbuhkan rasa cinta
yang terlalu mendalam dan mengakar. Dan
dari 45 menit sehari kita berdualah yang membuat gue mencintai kelengangan
lebih dari memiliki percakapan. Semakin lengang semakin baik.
Lo tau, disaat sesuatu yang sangat kecilpun—dan betapa kita
tidak menyadari keberadaannya—hilang, maka sebuah sistem lo akan timpang,
rusak, dan butuh waktu untuk menjadikan sistem itu bekerja normal lagi. Dan
bagi gue, seluruh waktu sampai detik ini pun, ngga pernah cukup untuk
menjadikan sistem gue bekerja normal lagi. Karena dia hilang selamanya.
Tapi saat yang terjadi adalah perpisahan akibat perceraian,
lo akan selalu memiliki bagian lo yang hilang berada disekitar lo. Yang lo
perlukan hanya sedikit usaha untuk memasangnya lagi. Maka sistem lo pun akan
bekerja normal lagi.
Apakah pikiran gue terlalu dangkal?
Mungkin.
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think