Wah lagi lagi tentang kepergian ayah gue.
Tapi kali ini gue mau ngomongin tentang akibatnya.
Gue udah ga pernah nyentuh Al-Quran.
Sejak ayah gue pergi, maka gue mulai membaca lagi.
Satu satunya alasan kenapa gue mulai baca Al-Quran adalah
sejak gue denger-denger amalan anak bisa jadi pahala bagi orang tuanya.
Ya, gue banyak-banyakin pahala gue buat nolong ayah gue
dialam kuburnya.
Semoga beliau senantiasa bersama penghuni-penghuni surga
lainnya, semoga kuburnya dilapangkan selapang 70 kali hasta. Semoga penantiannya
akan hari kebangkitan dijadikan-Nya bagai tidur siang yang nyenyak tanpa rasa
sakit sedikitpun. Semoga dilancarkan hisabnya dan lekas-lekaslah ditempatkan
sekiranya ayah tersayang ini di kerajaan Tuhan, Surga Firdaus milik Allah SWT, seindah-indahnya tempat kembali. Amin!
Apa yang ayah lakukan sekarang?
lelapkah?
Disiksakah?
Oh Tuhan ambillah apapun yang kupunya lantas tukarkan dengan
kebahagiaan dan ketentraman bagi ayahku diakhirat!
Oh Tuhan tiada pula kuinginkan hal-hal senang, lain dari
kabar dari-Mu, tunjukkan bahwa ayah baik-baik saja diakhirat!
Sebentar..
Tapi sebentar..
adakah akhirat sesungguh-sungguh benar adanya?
Gimana kalau akhirat itu nggak pernah ada?
Gimana kalau setelah kita mati kita hanya jadi mayat, tanpa
ruh.
Akibat novel Atheis karya achdiat karta mihardja yang pernah gue baca dan
diskusi dengan teman2 yang sama kritisnya tentang akhirat, everything makes
sense now.
Dahulu kala manusia belum cukup pengetahuannya untuk
menjelaskan kenapa adanya alam semesta ini. Dan karena pertanyaan yang mendesak
dan jawaban yang tak kunjung didapat…
Maka manusia mulai membuat
jawaban atas pertanyaan mereka dengan sesuatu yang disebut “TUHAN”.
NO WAY.
Muslim macam apa gue?
Tapi ga bisa gue pungkiri penjelasan dan teori itu mengusik
pikiran gue.
***
Malam itu seperti biasa gue buka Al-Quran, untuk membantu
ayah gue disana.
Gue lagi males baca yang panjang-panjang, maka gue liat
indeks Al-quran, dan gue liat ada surat Al-Munafiqun dan At-Taghabun yang
masing-masing Cuma 2 lembar. Tanpa tau isi kandungan dan arti suratnya, gue
baca itu surat sampai selesai.
Seperti biasanya juga, kalau surat baru, gue baca arti ayatnya.
Dan.
Allah menunjukkan gue semuanya, Allah luruskan gue lagi ke
jalan-Nya.
“apabila org2 munafik datang kepadamu(Muhammad), mereka
berkata, ‘kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui
bahwa engkau benar2 rasul-Nya. Dan Allah meyaksikan bahwa orang orang munafik
itu benar-benar pendusta” Al-Munafiqun:1.
“mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai,
lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Sungguh, betapa
buruknya apa yg telah mereka kerjakan” Al-Munafiqun:2
***
“yang demikian itu karena sesungguhnya ketika rasul2 datang
kpd mereka membawa keterangan2, lalu mrk berkata ‘apakah (pantas) manusia yang
memberi petunjuk kepada kami?’ lalu mereka ingkar dan berpaling, padahal Allah
tidak memerlukan mereka. Dan Allah Maha kaya, Maha Terpuji” At-Taghabun:6
“org2 yg kafir mengira, bahwa mereka tdk akan dibangkitkan.
Katakanlah (Muhammad), ‘tidak demikian demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan,
kemudian diberitakan semua yg telah kamu kerjakan.’ Dan yang demikian itu mudah
bagi Allah.” At-Taghabun:7
“maka berimanlah kamu kpd Allah dan rasul-Nya dan kepada
cahaya(Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti terhadap apa
yang kamu kerjakan” At-Taghabun:8
Stlh baca itu gue langsung bengong-bengong.
subahanallah, saat itu juga Allah langsung kasih gue petunjuk!!
Allah langsung mengingatkan gue dan meluruskan semua pikiran-pikiran gue yang salah, yang ngaco, yang ngawur, yang dosa!
gue langsung istigfar sepanjang malem, semoga Allah memaafkan prasangka-prasangka gue yg salah, amin.
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think