Kamis, 04 April 2013


Wah lagi lagi tentang kepergian ayah gue.
Tapi kali ini gue mau ngomongin tentang akibatnya.


Gue udah ga pernah nyentuh Al-Quran.
Sejak ayah gue pergi, maka gue mulai membaca lagi.
Satu satunya alasan kenapa gue mulai baca Al-Quran adalah sejak gue denger-denger amalan anak bisa jadi pahala bagi orang tuanya.
Ya, gue banyak-banyakin pahala gue buat nolong ayah gue dialam kuburnya.
Semoga beliau senantiasa bersama penghuni-penghuni surga lainnya, semoga kuburnya dilapangkan selapang 70 kali hasta. Semoga penantiannya akan hari kebangkitan dijadikan-Nya bagai tidur siang yang nyenyak tanpa rasa sakit sedikitpun. Semoga dilancarkan hisabnya dan lekas-lekaslah ditempatkan sekiranya ayah tersayang ini di kerajaan Tuhan, Surga Firdaus milik Allah SWT, seindah-indahnya tempat kembali. Amin!
Apa yang ayah lakukan sekarang?
lelapkah?
Disiksakah?
Oh Tuhan ambillah apapun yang kupunya lantas tukarkan dengan kebahagiaan dan ketentraman bagi ayahku diakhirat!
Oh Tuhan tiada pula kuinginkan hal-hal senang, lain dari kabar dari-Mu, tunjukkan bahwa ayah baik-baik saja diakhirat!
Sebentar..
Tapi sebentar..
adakah akhirat sesungguh-sungguh benar adanya?

Gimana kalau akhirat itu nggak pernah ada?
Gimana kalau setelah kita mati kita hanya jadi mayat, tanpa ruh.

Akibat novel Atheis karya achdiat karta mihardja yang pernah gue baca dan diskusi dengan teman2 yang sama kritisnya tentang akhirat, everything makes sense now.
Dahulu kala manusia belum cukup pengetahuannya untuk menjelaskan kenapa adanya alam semesta ini. Dan karena pertanyaan yang mendesak dan jawaban yang tak kunjung didapat…
Maka manusia mulai membuat jawaban atas pertanyaan mereka dengan sesuatu yang disebut “TUHAN”.

NO WAY.
Muslim macam apa gue?
Tapi ga bisa gue pungkiri penjelasan dan teori itu mengusik pikiran gue.
***
Malam itu seperti biasa gue buka Al-Quran, untuk membantu ayah gue disana.
Gue lagi males baca yang panjang-panjang, maka gue liat indeks Al-quran, dan gue liat ada surat Al-Munafiqun dan At-Taghabun yang masing-masing Cuma 2 lembar. Tanpa tau isi kandungan dan arti suratnya, gue baca itu surat sampai selesai.
Seperti biasanya juga, kalau surat baru, gue baca arti ayatnya.
Dan.
Allah menunjukkan gue semuanya, Allah luruskan gue lagi ke jalan-Nya.
“apabila org2 munafik datang kepadamu(Muhammad), mereka berkata, ‘kami mengakui, bahwa engkau adalah rasul Allah.’ Dan Allah mengetahui bahwa engkau benar2 rasul-Nya. Dan Allah meyaksikan bahwa orang orang munafik itu benar-benar pendusta” Al-Munafiqun:1.
“mereka menjadikan sumpah-sumpah mereka sebagai perisai, lalu mereka menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Sungguh, betapa buruknya apa yg telah mereka kerjakan” Al-Munafiqun:2
***
“yang demikian itu karena sesungguhnya ketika rasul2 datang kpd mereka membawa keterangan2, lalu mrk berkata ‘apakah (pantas) manusia yang memberi petunjuk kepada kami?’ lalu mereka ingkar dan berpaling, padahal Allah tidak memerlukan mereka. Dan Allah Maha kaya, Maha Terpuji” At-Taghabun:6
“org2 yg kafir mengira, bahwa mereka tdk akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), ‘tidak demikian demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan, kemudian diberitakan semua yg telah kamu kerjakan.’ Dan yang demikian itu mudah bagi Allah.” At-Taghabun:7
“maka berimanlah kamu kpd Allah dan rasul-Nya dan kepada cahaya(Al-Quran) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan” At-Taghabun:8

Stlh baca itu gue langsung bengong-bengong. 
subahanallah, saat itu juga Allah langsung kasih gue petunjuk!!
Allah langsung mengingatkan gue dan meluruskan semua pikiran-pikiran gue yang salah, yang ngaco, yang ngawur, yang dosa!
gue langsung istigfar sepanjang malem, semoga Allah memaafkan prasangka-prasangka gue yg salah, amin.

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think