Jumat, 26 April 2013

sesuatu tentang seseorang


Dia datang kerumah gue waktu itu, atas dasar suatu kepentingan penting tentunya.
Kita habiskan 5 jam lebih dirumah gue.
Dari situ gue mulai mengenal dia, yang sebelumnya ga terlalu gue hiraukan.
Ada rasa familiar setiap kali gue bicara sama dia, ada sinar mata yang gue rasa pernah gue kenal baik sebelumnya setiap kali gue melihat mata dia.

Dia memanggil gue “Nik” dimana hampir seluruh orang manggil gue “Ken”
Kecuali,
Papa gue.

Saat barang-barang yang temen gue mau pinjam dan muncul perasaan enggan gue untuk minjemin, Cuma dia yang bisa memperhatikan gue sejenak dan bertanya, “ini memang punya siapa nik?”
Gue jawab,
“ini punya papa gue.”
Gue ga pernah biarin temen gue nyentuh barang papa gue sembarangan.


Saat ada kotak besar terbungkus kain ungu, dengan hati-hati gue nolak tawaran temen gue buat mindahin barang itu. Dan lagi-lagi Cuma dia yang bisa memperhatikan sejenak dan bertanya, “itu apa nik?”
Gue jawab,
“ini barang-barang dimeja kantor papa gue dulu”


Sejak  gue sadar ada yang istimewa, atau mungkin yang aneh, dari dia, gue jadi takut ngeliat dia.
Gue jadi males ngeliat mata dia, atau ngejawab pertanyaan dia sehari-hari. dan perasaan canggung muncul besar-besaran ketika gue diharuskan membalas sapaan dia pagi-pagi.
Dan ntah kenapa rasa males ini lama-lama berubah jadi rasa jijik.
Ada perasaan jijik kalau tiba-tiba sosok dia muncul dipikiran gue, dan dengan buru-buru gue hilangin dia dari pikiran gue.

Sesuatu yang sangat salah terjadi diantara kita berdua, atau mungkin hanya di gue.

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think