Jumat, 26 April 2013

monolog dengan Tuhan


Tuhan, beri saya 1 kesempatan untuk bertemu dengan ayah saya.
Bawa dia kedepan wajah saya, biarkan saya menyentuhnya.
Biarkan kami duduk berdua, biarkan saya duduk di pangkuannya.
Biarkan saya ciumi seluruh wajahnya, dengan janggut dan kumis yang menggesek wajah saya tiap kali saya menciumnya.
Biarkan saya bersandar di dadanya yang bidang, biarkan saya mendengar dan merasakan degup jantungnya.
biarkan saya letakkan dagu saya di pundaknya, biarkan saya merasakan harumnya.
Biarkan lengan saya melingkari tubuhnya, biarkan lengan saya yang satunya menyentuh punggungnya.

Tuhan, beri saya 1 kesempatan untuk mengatakan apa yang belum diutarakan.
Biarkan saya meminta maaf, atas malam-malamnya yang sepi.
Biarkan saya meminta maaf, atas kepedihan yang harus ia jalani sendiri.
Biarkan saya meminta maaf, atas terlambatnya saya menyadari semuanya.

Atau apabila itu terlalu serakah,
Jadikan saya gila, Tuhan.
Saya bersungguh-sungguh, saya meminta.
Biarkan otak saya berilusi, biarkan otak saya menciptakan sosok ayah yang semu.
Tapi biarkan saya berpikir bahwa ayah didepan saya itu adalah nyata.
Biarkan mata saya dapat melihatnya nyata-nyata, tanpa orang lain dapat.
Biarkan saya berpikir saya dapat menyentuh dan berkomunikasi dengan ayah didepan saya.
Biarkan otak saya rusak, maka itu akan jadi sama saja.

Apa Kau pikir 17 tahun itu sudah cukup?

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think