belakang ini saya sangat terganggu.
air pikiran saya keruh, ntahlah,
karena tiba-tiba kamu datang.
kamu itu debu yang menenggelamkan diri pekat-pekat ke dalam semangkuk air saya yang bening dan tenang.
datang lagi, setelah sekian lama.
dan datang berkali-kali setelahnya.
ada apa?
kamu datang melalui mimpi saya.
yang pertama.
lalu kedua.
dan terakhir ketiga.
bukan, kamu muda, bukan yang tua.
kamu ada, bukan yang sudah hilang.
sekarang air saya berpusar nggak karuan,
terkontaminasi oleh kamu.
dalam pusaran yang cukup deras itu,
awalnya dimulai dengan pertemuan kembali, kita berlilit hati satu sama lain, lalu kita menyesal.
kamu bilang padang pasirmu, tempat kamu kembali sekarang nggak membuat kamu lebih senang dari pada menenggelamkan dirimu ke air saya.
belahan penutur saya terkunci manis manis, oleh milikmu.
lagi-lagi kita menyesal.
tapi saya puas.
kita berlilit hati.
dalam pusaran yang cukup deras itu,
kemudian kamu melanjutkan. lagi.
sekarang kita bergumulan raga, maka sukma kita kesampingkan.
darah saya berdesir rindu atas sebuah gesekan.
saya sekarang diatas, saya lihat kamu, tapi kamu bilang ini tidak nyaman.
berlepaslah raga satu sama lain,
lalu kita menyesal lagi.
dalam pusaran yang cukup deras itu,
terakhir, pada akhirnya,
ada sebuah kerelaan, pemisahan pada akhir yang menyeluruh.
bukan raga, bukan sukma, bukan hati, tapi semuanya.
kamu tarik saya kesisi milikmu.
dan itu menyampaikan semuanya,
bahwa kita,
harus kembali melanjutkan yang telah kita mulai.
ada apa?
air saya bening, air saya tenang.
kamu debu, kamu datang menenggelamkan diri pada saya.
siapa yang mengundang? siapa yang diundang?
adakah air walau hanya setetes mengalir di padang pasirmu?
adakah saya terlintas dipikiranmu, seperti kamu melintas berkali-kali dipikiran saya?
saat saya bilang bahwa saya menyayangimu selamanya, maka saya tidak berbohong.
namun saya kacau dan saya mengacau.
saya berhak mendapatkan apa yang kita miliki sekarang.
izinkanlah saya main-main ke padang pasirmu kapan-kapan.
atau,
sering-seringlah buat pusaran dalam air saya.
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think