Sebutlah saya bereaksi melebih-lebihi. Tapi rongga dada dirasa sesak oleh saya, payah menahan bahwa sekiranya penglihatan telah kabur karena air menggenangkan basahnya pada jendela hati saya yang penuh dengan rasa menghendaki disambut, jendela hati saya yang kini kosong harap tinggal bundarnya--saat gue menemukan kaka gue udh ga dirumah dan mungkin udh sampai di bandung.
I hate this feeling.
Perasaan ditinggal, tertinggal.
Perasaan sepi.
Perasaan sendiri.
Siapa yg ngga benci perasaan itu?
Ah.
Bete serius.
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think