Ah! Surga yang ke-12.
Saya ceritakan singkat-singkat saja, bagaimana?
Sesungguhnya alasan saya menulis mimpi-mimpi putus asa saya
ini bukanlah membagi cerita, tapi untuk mengenangnya melalui rangkaian huruf
yang membentuk kata-kata, yang selanjutnya menjadikannya beberapa paragraf,
yang akan saya baca suatu waktu. Mungkin beberapa tahun kedepan, saat saya
sudah cukup sibuk untuk menangisi dan mengenang beliau dengan cengeng. Maka tulisan
inilah yang akan menjadi saksi-saksi yang cukup esensial.
malam 3 November 2013
Ntahlah, mereka terlihat indah disana, di foto. Foto yang
diunggah ke jejaring sosial.
Mama, berkerudung, tentunya. Lensa gelap kecoklatan dengan
penyambungnya menggantung dihidungnya yang mancung, hidung yang saya kagumi! Kulitnya
berona merah muda pekat disepanjang pipi kiri hingga pipi kanannya. Warna krim
terang nyaris putih menjadi dasar dari warna wajahnya keseluruhan, ya dia
terlalu putih untuk menjadi ibu saya. Batang hidungnya pun berona kemerahan. Senyumnya
manis. Betapa tidak? Dia bersanding dengan papa! Ayah saya yang hilang, ayah
saya yang diambil-Nya. Papa dengan wajah yang selalu muda diingatan saya. Merangkul
mama saya. Dan terlihat foto mereka berjumlah empat dalam satu bingkai.
Latarnya pantai.
Hari yang kuning, hari yang menyengat.
Lalu saya ingat momen dimana mereka mengambil foto itu.
Tapi, saya lupa sebagai apakah saya?
Anak mereka yang egois, keras kepala, berhidung buruk rupa
dan ikut serta dalam liburan dihari yang terik itu, atau sebagai orang ketiga—si
pemilik mimpi--yang serba tahu?
Papa tidak bisa berhenti mengemil segala jenis
kacang-kacangan. Sampai, saya ingat betul, saat beliau berselancar(ini, bagian
dari keabsurdan mimpinya)beliau mengangkat tinggi-tinggi lapisan kardus yang
bertuliskan “I LOVE NUTS SO MUCH”
Dan tahukah kamu?
Disekolah, keesokan paginya. teman saya membawa sebungkus “mixed nuts” yang
selanjutnya dia konsumsi. Yang membuat saya tertegun dan membawa pikiran saya
melayang, sampai akhirnya saya putuskan untuk memintanya untuk membagi beberapa
jumput kacang-kacangan olahan itu. Hm, daun jeruknya mendominasi.
Apakah kamu golongan orang-orang yang mempercayai kekuatan
otak manusia yang maha dahsyat itu, ataukah kamu golongan yang lebih
mempercayai kebetulan?
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think