Senin, 04 November 2013

keduabelas

Ah! Surga yang ke-12.
Saya ceritakan singkat-singkat saja, bagaimana?
Sesungguhnya alasan saya menulis mimpi-mimpi putus asa saya ini bukanlah membagi cerita, tapi untuk mengenangnya melalui rangkaian huruf yang membentuk kata-kata, yang selanjutnya menjadikannya beberapa paragraf, yang akan saya baca suatu waktu. Mungkin beberapa tahun kedepan, saat saya sudah cukup sibuk untuk menangisi dan mengenang beliau dengan cengeng. Maka tulisan inilah yang akan menjadi saksi-saksi yang cukup esensial.

malam 3 November 2013
Ntahlah, mereka terlihat indah disana, di foto. Foto yang diunggah ke jejaring sosial.
Mama, berkerudung, tentunya. Lensa gelap kecoklatan dengan penyambungnya menggantung dihidungnya yang mancung, hidung yang saya kagumi! Kulitnya berona merah muda pekat disepanjang pipi kiri hingga pipi kanannya. Warna krim terang nyaris putih menjadi dasar dari warna wajahnya keseluruhan, ya dia terlalu putih untuk menjadi ibu saya. Batang hidungnya pun berona kemerahan. Senyumnya manis. Betapa tidak? Dia bersanding dengan papa! Ayah saya yang hilang, ayah saya yang diambil-Nya. Papa dengan wajah yang selalu muda diingatan saya. Merangkul mama saya. Dan terlihat foto mereka berjumlah empat dalam satu bingkai.
Latarnya pantai.
Hari yang kuning, hari yang menyengat.
Lalu saya ingat momen dimana mereka mengambil foto itu.
Tapi, saya lupa sebagai apakah saya?
Anak mereka yang egois, keras kepala, berhidung buruk rupa dan ikut serta dalam liburan dihari yang terik itu, atau sebagai orang ketiga—si pemilik mimpi--yang serba tahu?
Papa tidak bisa berhenti mengemil segala jenis kacang-kacangan. Sampai, saya ingat betul, saat beliau berselancar(ini, bagian dari keabsurdan mimpinya)beliau mengangkat tinggi-tinggi lapisan kardus yang bertuliskan “I LOVE NUTS SO MUCH”

Dan tahukah kamu?
Disekolah, keesokan paginya. teman saya membawa sebungkus “mixed nuts” yang selanjutnya dia konsumsi. Yang membuat saya tertegun dan membawa pikiran saya melayang, sampai akhirnya saya putuskan untuk memintanya untuk membagi beberapa jumput kacang-kacangan olahan itu. Hm, daun jeruknya mendominasi.

Apakah kamu golongan orang-orang yang mempercayai kekuatan otak manusia yang maha dahsyat itu, ataukah kamu golongan yang lebih mempercayai kebetulan?

0 cuapan:

Posting Komentar

just write what you think