Sabtu, 25 Mei 2013

menyiratkan

belakang ini saya sangat terganggu.
air pikiran saya keruh, ntahlah,
karena tiba-tiba kamu datang.
kamu itu debu yang menenggelamkan diri pekat-pekat ke dalam semangkuk air saya yang bening dan tenang.
datang lagi, setelah sekian lama.
dan datang berkali-kali setelahnya.
ada apa?

kamu datang melalui mimpi saya.
yang pertama.
lalu kedua.
dan terakhir ketiga.

bukan, kamu muda, bukan yang tua.
kamu ada, bukan yang sudah hilang.

sekarang air saya berpusar nggak karuan,
terkontaminasi oleh kamu.
dalam pusaran yang cukup deras itu,
awalnya dimulai dengan pertemuan kembali, kita berlilit hati satu sama lain, lalu kita menyesal.
kamu bilang padang pasirmu, tempat kamu kembali sekarang nggak membuat kamu lebih senang dari pada menenggelamkan dirimu ke air saya.
belahan penutur saya terkunci manis manis, oleh milikmu.
lagi-lagi kita menyesal.
tapi saya puas.
kita berlilit hati.

dalam pusaran yang cukup deras itu,
kemudian kamu melanjutkan. lagi.
sekarang kita bergumulan raga, maka sukma kita kesampingkan.
darah saya berdesir rindu atas sebuah gesekan.
saya sekarang diatas, saya lihat kamu, tapi kamu bilang ini tidak nyaman.
berlepaslah raga satu sama lain,
lalu kita menyesal lagi.

dalam pusaran yang cukup deras itu,
terakhir, pada akhirnya,
ada sebuah kerelaan, pemisahan pada akhir yang menyeluruh.
bukan raga, bukan sukma, bukan hati, tapi semuanya.
kamu tarik saya kesisi milikmu.
dan itu menyampaikan semuanya,
bahwa kita,
harus kembali melanjutkan yang telah kita mulai.

ada apa?

air saya bening, air saya tenang.
kamu debu, kamu datang menenggelamkan diri pada saya.
siapa yang mengundang? siapa yang diundang?

adakah air walau hanya setetes mengalir di padang pasirmu?
adakah saya terlintas dipikiranmu, seperti kamu melintas berkali-kali dipikiran saya?

saat saya bilang bahwa saya menyayangimu selamanya, maka saya  tidak berbohong.
namun saya kacau dan saya mengacau.
saya berhak mendapatkan apa yang kita miliki sekarang.

izinkanlah saya main-main ke padang pasirmu kapan-kapan.
atau,
sering-seringlah buat pusaran dalam air saya.

Rabu, 15 Mei 2013

stupid policy


Heyyy pengen cerita banget deeeeeeeeeeeeehhhhhhhhh
Masa gue pulang sekolah nonton sama si adul my chairmate dengan seragam pramuka, terus mampir ke mm alias metropolitan mall kan. Terus gue mah udh tau gabakalan boleh masuk kalau pake seragam. At least we wear outwear,butttt none of us bring that stuff. Tapi kita nyoba buat nanya satpam, siapa tau boleh, jadi ga perlu jauh2 ke XXI Giant.
“misi pakkkk, jam segini boleh masuk mall ga?” Tanya gue sok polos
“wah ga bisa dek kalo gapake jaket luarnya.” Jawab satpamnya
“loh jadi saya kesini jam 9 juga tetep ga boleh masuk kalo make seragam tanpa jaket?” kata si adul, sarkasme.
“iya gitu dek” jawab satpamnya sambil cengar cengir sok sopan. Gue sama adul cabut dah
What the hell? Sebenernya apa alasannya kita ga boleh masuk mall dengan seragam?
Karena kita takut diduga cabut sekolah, itu alasan utamanya. Alasan awalnya.
Terus walaupun jam 9 malem, yang jelas2 sekolah udah berakhir gue tetep ga boleh masuk kalo gue make seragam TANPA JAKET?
It annoys me a lot meeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeennnnnn!!!!!
Wtf is the big deal with jacket if the frickin school is fricking over?
Jadi yang mereka nilai Cuma jaket?
Jadi kalo gue pagi2 jam sekolah dateng ke mall buat cabut dibolehin masuk kalo gue make jaket?


Terus gue berlalu ke XXI Giant, masuk sana terus kita mau nontonevil dead.
“mbak, evil dead dong” kata gue di counter.
“hello.. kalian lahir tahun berapa?” mbaknya senyum lebar2
“saya 95, temen saya errr 96” jwb gue
“kalian ga boleh nonton film ini” jawab mbaknya masih dengan senyum lebar2
“lah kenapa? Saya udah 17 tahun” gue udah mulai awas nih, btw adul masih 16 lol.
“iya, tapi kalian masih pakai seragam” tetap dengan senyumnya yang lebar.
“lah, saya punya KTP.” Gue ngotot udah mulai ganyante, mau nunjukin ktp.
“iya, tapi kalian masih pakai seragam.” tetap dengan senyumnya yang lebar.
“lah apa hubungannya? Kan rated dewasa, 17 udah cukup umur. Apa hubungannya sama seragam?”
“ga bisa dek kalau make seragam” tetap dengan senyumnya yang lebar, yang lama2 bikin gue enek.
“oh jadi kalau saya ganti baju terus jadi boleh?”
“betul..” dan terus tetap dengan senyumnya yang lebar.
Gue sambil cengar cengir keluar dari tuh bioskop.
Gue mau ketawa saking ga ngertinya gue sama cara pikirnya nih aturan.
Demi Allah gue udah kesel banget dah tp yg bisa gue lakuin Cuma ngomel2 sambil ketawa.
IT DOESN’T MAKE FRICKING SENSE MEEEEEEEEEEEEENNNNNNNNNNNNN.
APA KEDEWASAAN ORANG DILIAT DARI SERAGAM?
KESEL BANGAAAAAAAAAAAAT
IT JUST DOESN’T GET THROUGH MY FRICCCCCCKKKKKKKKIIIIIIIINGGGGGGGG HEAD.
WHAT IS THE PROBLEM WITH WEARING UNIFORM WHEN YOU ARE EVEN 17?
Mereka udah lupa kali aturan awalnya, yang dibutuhin itu adalah kedewasaan karena tuh film rated dewasa, dan kedewasaan dibutuhkan untuk kematangan individu mempertanggung jawabkan jiwanya menerima adegan2 gapantes, gore, sadis. Dan menurut aturan hukum, kematangan dan kedewasaan itu dianggap nyata-nyata dengan KTP, diumur 17 tahun.
Dan mereka ngelarang orang yang udah jelas-jelas cukup umur secara hukum Cuma karena make seragam?
What?
Im surrounded by idiot, I guess.

what really happened deep inside my body?


Siklus menstruasi gue cepet banget, baru selesai mens, 2 minggu kemudian gue bakal mens lagi.
Gue pernah periksa dulu banget, katanya ngga apa2, wajar.

Tapi semakin besarnya gue, sampai skrg kelas 2 SMA hal itu masih selalu begitu, Karena mama cemas, gue dibawa kedokter kandungan lagi.
Stlh blablablabla akhirnya gue tes hormone ke lab, dan hasilnya ternyata LH gue kebanyakan, normalnya paling banyak 10, tapi punya gue 17….. hahaha.
Maka otomatis AMH gue ikutan naik.
Ntahlah gue ga terlalu ngerti kesinambungan hormone-hormone ini.

Tapi intinya, yang terjadi di system reproduksi gue adalah, dengan LH kebanyakan ini mens gue jadi ngga teratur dan siklusnya ngebut.
Dan yang paling bikin gue waspada dan serius adalah, sel telur gue ga pernah terbuang, maka saat USG ovarium gue heboh banget karena ovum-ovum yang selalu disimpen. Dan ini bahaya… bisa-bisa saat waktunya nanti, sperma dari suami gue nggabisa nembus ovum gue karena ga pernah dilepas, dan takkan pernah terjadi pembuahan, DAN GUE BAKAL SULIT PUNYA ANAK………

Setelah dapet penjelasan, gue dikasih resep, yaitu
PIL KB.
“dok? Saya punya suami aja belum kenapa udah dikasih pil kb? Saya masih 17 dok…” gue heran abis.
“bagaimana prinsip kerja pil kb? Kenapa itu jadi obat saya?”
Intinya, pil kb itu tugasnya menyuruh otak untuk beristirahat sebentar dalam memproduksi hormone, dan resep gue ini, menyuruh otak gue buat istirahat memproduksi LH.
“jadi sekarang yang pengen dilakukan adalah ngeset ulang otak kamu yang udah salah kerjanya, supaya kerja normal lagi.” Kata dokter andon.
“keerroran  otak saya itu kenapa bisa terjadi dok?”
“kamu sering begadang?”
“tidur malem sih…”
“emang apa bedanya tidur malem sama begadang?”
“kalau begadang itu ga tidur sampai pagi, kalo tidur malam ya tidurnya larut dok”
“sama aja lah! Kamu tidur jam berapa biasanya emang?” becanda2 gedek doi sama gue wkwk.
“hmm.. kalau libur pernah sampai jam 3, rata2 diatas jam 12”
“nah itu yang ga boleh, itu bikin otak ngaco, pola makan juga harus baik. mulai sekarang harus tidur normal, jam 10udah paling malem”

Gue beli obatnya buat 1 periode, berisi 21 butir. 1 hari 1 butir. Minum 3 minggu setiap hari, lalu berenti 7 hari, habis itu baru lanjut keperiode selanjutnya.
Oya nama obatnya Diane 35.
Gue browsing dirumah ttg tuh obat, gawat juga. 4 orang di prancis mati mengkonsumsi diane 35-__-
Ntah lah, itu artikel.
Tapi pas gue liat komen2 di forum ttg obat itu, ada yang kasusnya kaya gue disuruh minum itu terus sembuh, mensnya jadi teratur dan jerawatnya ilang+mulus kulitnya.
Senasib bgt sama gue tuh orang, sejak puasa tahun 2012 juga tiba2 jerawat gue membludak. Gue kedokter kulit dikasih obat oles, krim bejibun. Tapi Cuma ngempesin jerawatnya doang, numbuh sih numbuh terus. Pdhl sebelumnya gue bukan tipe kulit jerawatan ~_~
Gue harap dengan diane 35 hidup gue kembali normal dah.

Gue udah 4 hari minum obat itu gaada mual/pusing sih Alhamdulillah semoga aja cocok.
Hari pertama napsu makan gue membuncah bgt-_- gue makan 4 kali sehari, padahal biasanya boro2… 2 kali sehari aja belum tentu-_-
Gue  pengen napsu makan gue tinggi terus, karena gue kekurangan berat badan.
Tinggi gue 166cm tapi berat Cuma 46 kg. orang2 bilang badan gue udah cakep wkwk cakep apaan.. dogs love bones, men love meats. So it feels like I see such a skeleton when I see my body, and I actually need some curves in my body. Hehe._.

kedelapanku


Malam itu tanggal 8, saat gue terbangun nanti seharusnya gue berada disuatu pagi bertanggalkan 9, yaitu tepatnya 100 hari kepergian papa gue.

Gue gayakin surga ke 8 gue ini terjadi pada suatu malam bertanggal 8, atau pada suatu dini hari bertanggal 9.
Yang jelas semua itu dimulai dari sebuah latar yang sangat familiar, superindo.


 *
Saat dia menoleh kebelakang, matanya menangkap sosok seorang pria berbalutkan jaket warna abu kecoklatan. berwajah agak lonjong, sekitar pipi hingga dagunya berbintik-bintik bekas cukuran beberapa minggu, dan kumis yang dibiarkan tumbuh agak lebat. Kening pria itu tinggi sampai hampir mencapai ubun-ubunnya. Hidungnya mancung namun lebar dibawah, khas pria tanah jawa, bibirnya sederhana dengan ketebalan yang nyaris seperti bibir perempuan ini, namun tanpa lekuk-lekuk sensual milik wanita.
Dia temukan sedikit banyak garis matanya pada pria itu, bedanya irisnya coklat tua sedangkan milik pria ini hitam pekat.
Sosok seorang bapak-bapak bidang gagah perwira, persis seperti ayahnya saat masih muda dulu, saat perempuan ini masih duduk dibangku sekolah dasar.

“pak, pak!” panggil perempuan yang mengamati pria dibelakangnya barusan tadi.
“pak! Bapak!” panggilnya lagi setengah berteriak.
Tetapi pria itu tergesa mempercepat langkahnya, sehingga kini mengungguli perempuan itu.
Dengan setengah berlari perempuan itu dengan cemas namun sigap mengejar pria itu, sambil terus memanggilnya.

Saat tubuh mereka hampir berhimpit, kini langkahnya distabilkannya, menyamai tempo pria itu agar tetap sejajar. Namun pria itu tetap bergesa.

“pak, bapak mirip sekali dengan ayah saya!” perempuan itu lalu menunggu reaksi.
Pria itu menoleh wajahnya tegas-tegas kepada perempuan itu, sebentar, cepat, lalu membuang muka lagi.
“saya bisa tunjukin fotonya.” Perempuan itu tetap berusaha, merogoh sakunya mencari telepon genggamnya. Tetap menyelaraskan langkahnya.

“ini!”
Pria itu kini memperlambatnya langkahnya.
Mengambil telepon genggam perempuan itu dan mengamatinya sebentar.

Sesungguhnya perempuan itu akan melakukan apapun agar bisa berkenalan dan mengetahui tentang pria itu, pria ini terlalu jelas mengingatkan ia pada ayahnya.  Maka kini ia hendak mencari sosok ayah yang baru.
Oh! Bukan ayah yang baru. pria ini jelas ayahnya. Tidak ada perbedaan sedikipun, hanya saja lebih muda dari seharusnya.
Oh. Tidak, lelaki ini jelas bukan ayahnya. Ayahnya sudah mendahului, takkan ada lagi kembali sosoknya ke dunia.
Tapi itu tidak penting, dia hanya ingin dapat melihat dan menyentuh ayahnya lagi, melalui pria asing yang serupa dengan ayahnya itu, maka mimpi serta angannya akan jadi nyata.

“mirip, bukan?”
Mereka saling tatap.
“bapak ini siapa? Sebetul-betulnya.”
Pria itu menghela nafas.
“saya masih ada hubungan darah dengan oma mu itu.” Jawabnya akhirnya.
Mereka saling tatap.
Mereka menghela nafas.
Lengang.
 *


Dan gue pun terbangun.
Merenungi kejadian dimimpi gue.
Mungkin kah suatu saat gue dipertemukan orang yang persis serupa papa gue?
Seperti doppelganger-nya mungkin?
Tuhan, tolong kirimkan satu.