6 Januari 2013
Apa arti seorang ayah apabila ia hanya menafkahi, namun
tidak membesarkan?
Apa arti seorang ayah apabila ia hanya memberitahu, namun
tidak mendidik?
Apa arti seorang ayah apabila ia hanya melihat, namun tidak
mengawasi?
Apa arti seorang ayah apabila ia hanya memberi, namun tidak
mengasihi?
Maka apa pula arti darah daging
apabila yang terhubung hanya genetika, namun bukan perasaan?
O, maka kini saya temu semua jawaban
yang mengawang-ngawang memenuhi ruang pikiran saya hingga sesak, ruang pikiran
saya yang tidak pernah memiliki batas sampai kapan pun jua.
Bahwa sesungguhnya semua
perkara tiada arti apabila beliaulah seonggok daging dan segumpal darah yang
mengawali seluruh zat dalam tubuh saya. Induk dari seluruh zat yang mengalir
yang menjadikan saya berwujud dan tersentuhkan, dimana mengalir memenuhilah
seluruh jiwa raga saya dengan separuh dirinya, diri beliau, diri beliau yang
saya hormati pula cintai sampai kapanpun.
0 cuapan:
Posting Komentar
just write what you think