Rabu, 17 Juni 2015

my life currently

oke udah lama banget ga nulis, trs gue pengen nulis.
karena blog adalah jurnal bagi gue, seharusnya isinya bukan hanya seni menulis sebagaimana entri2 gue belakangan ini (yang isinya adalah paragraf2 hasil potongan2 pemikiran acak gue yang gue susun dan gue balut dalam seni tata bahasa) tapi juga harus ada sepotong cerita2 fakta tentang hari2 gue.

oke lagi, hidup gue sebagai mahasiswi sbnrnya sangat mengasikkan, dan cukup random. lalu gue memiliki beberapa kegiatan yang cukup absurd dan dengan menggemaskannya gue cintai. banyak hal-hal yang terjadi dihidup gue belakangan ini, yang akan gue tulis untuk mengenang2nya dikemudian hari dan mengingatkan gue bahwa gue pernah disitu disini disana dan mengalaminya.

1. Gue ambil semester pendek
liburan 3 bulan gini ngapain aja enaknya ya? awalnya excited pengen kesana sini sama temen2, dan ga mau keganggu sama yang namanya urusan kampus--depok, apalagi kuliah--ilmu2 kesehatan masyarakat. tp setelah gue pikir2, paling ujung2nya gue jamuran. jalan sama tmn ga bakal menyita waktu 3 bulan, dan harus gue bilang bahwa kegiatan semacam itu sangat tidak produktif tapi (dan lagi) gue mencintai pertemuan dengan teman2 membahas apa2 yang masuk akal dan yang tidak, apa2 yang diingat dan dilupa.
gue ambil 2 sks saja, karena niat awalnya mau nyodok, alias nyicil sks (ambis lulus cepat2, ntah kenapa. bukan mau nikah, hanya ambisi menurut tren. setelah itu apakah ada ide bagaimana melanjutkan hidup sebagai bukan mahasiswa?) 2 sks cukup banyak untuk mempertahankan produktivitas, dan cukup sedikit untuk menikmati liburan. so... yeah Kepemimpinan untuk Pengembangan Kesehatan dalam sebuah ruangan besar dinamai aula gedung G. tempat tepat untuk mengabaikan dosen, mengemil, tertidur, melakukan apa2, dan kabur dari kuliah.

2. GUE BELI CELLO
setelah nego dan menabung selama 1 tahun kurang, akhirnya gue beli cello di kenalannya Al anak violin mahawa, Mas Heru nama sang luthier. 6.25jt gue melayang kemarin hari senin, sekarang hari rabu. gue nyamperin rumahnya mas heru berdua Al, bertemu di barel, terus kita kesana naik angkot 2 kali, turun, terus jalan menyusuri blok2 perumahan sederhana. jalannya ga berujung berujung, kaki gue lecet, tp matahari tidak cukup panas untuk dimaki, jadi gue terus aja jalan bareng Al. nanya ini itu. ngobrolin tentang kakaknya, yang satu senior gue di cello juga--senior yang gue takutin. dan yang satunya lagi, seorang komposer--komposer yang gue kagumi betul2.

3. gue join berbagai kepanitiaan yang akhirnya gue sesali.
a. gerakan ui mengajar : gue ditolak pas wawancara. padahal gue pengen banget gabung disini
b. bedah kampus ui : gue selesai wawancara kemarin dan lagi nunggu pengumumannya hari ini.
c. epidemic fkmui : udh keterima sbg staff seminar nasional. gue ga terlalu merasa diayomi oleh senior2nya, mereka baik, tapi ga terlalu menumbuhkan rasa saling memiliki disini hmm
d. amazing FKM : ntah ini apa, karena diajakin sama temen2 seangkatan dan isinya jg anak2 seangkaan gue mengiyakan, jaman dahulu kala. dan baru dikontak semalam, dikasih tugas. lalu gue menyesal lagi. alasan gue bertahan sebenernya hanyalah untuk membuat gue tetap dalam jalur angkatan, karena gue udh merasa terlalu apatis, ansos, gaib, apapun disebutnya, dengan angkatan gue. gue lebih suka cari kegiatan diluar fakultas.
d. MAHAWADITRA : oke ini bukan kepanitiaan, karena ini adalah organisasi. intinya november kita akan ada grand konser dengan paragita, gue ga bisa bayangin betapa padatnya kegiatan gue di bulan november

4. gue mencoba magang di blitz megaplex
gue cuma baru isi form kmrn malem. katanya kalo dapet 1-2 hari akan ditelfon. selebihnya, belum rejeki. begitu katanya. katanya yang gue yakini. dan gue belum ditelfon.
ini cuma iseng aja sih, nyari kegiatan yang produktif (lagi dan lagi) gue butuh uang, ya. karena habis beli cello itu saldo gue kempes. dulu waktu nabung, gue ga terlalu ketat2 bgt sih, suka dipake ngehedon juga, mau beli apa2 gampang, karena angka di saldo berderet-deret, enak untuk dilihat. sejak kempes ini, gue jadi mulai berkhayal--kelak merasa butuh--tentang enaknya punya pemasukan

5. gue jadi cellist buat ngisi acara buka puasa di depok mall. (dengan orang asing)
yang ngajakin gue namanya tami, dia anak mahawa jg sebenernya, tapi gue bersumpah gue belum pernah ngeliat dia sama sekali. terus dia kontak gue via line, menjelaskan maksud tujuan prosedur ini itu tetek bengek sampai akhirnya gue menerima permintaan dia untuk menjadi cellist di chamber dia yang terdiri dari anak2 tempat lesnya. bentuknya suka rela, jadi ga dapet duit. (setelah menyadarinya lalu gue menyesal telah menyetujui). tapi gapapalah nyari pengalaman, latian sama orang asing, membuat teman baru dari orang2 asing ini, tampil di hadapan khalayak diluar kegiatan mahawaditra, dan nyobain chamber setelah mencoba orkestra.
oh ya, tami ini lucu cara ngomongnya, awalnya gue biasa aja. tp gue menyadari betapa lambat cara dia berbicara, dia memiliki perasaan yang cukup peka layaknya perempuan, tapi cara dia berbicara sama sekali tidak ekspresif, semua lambat, semua pelan, semua tenang.
dan satu lagi, gue ketemu sama dia pertama kali di FKM, dia sendiri anak FT (dia nyamperin gue buat ngasih partitur, betapa baik hati) hari selasa, lalu hari kamisnya gue tidur dirumah dia. itu terlalu absurd buat hidup gue.

6. apalagi ya?